Minggu, 18 Januari 2015

Memetik Nilai-Nilai Tarbiyah Islam dalam Film AB

          31 Desember 2014 keluarga kami kehilangan satu personilnya, abah (baca :ba) ada agenda umroh. Jadi kami ber tiga, saya adik dan mam harus merayakan tahun baru sendirian. Tahun baru 2015 kami nonton di 21 Assalamualaikum Bejing, Tunjungan yang versi Night. Nonton dimulai dari jam 9 malam dan berakhir sekitar pukul 11 malam. Berasa seperti bioskop sendiri.
          Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari nonton AB (Assalamualaikum Bejing) karya mbak Asma Nadia. Padahal sebelum film tayang, sudah pengen baca novelnya. Entah belum kesempatan, malah keduluan filmnya. Meskipun beberapa orang yang mengkritik, bila versi film AB konon tak banyak memberikan nilai-nilai tarbiyahnya, berbeda dengan dengan versi novel yang memberi nilai Islam yang benar-benar kental. Tapi, saya pribadi sebagai penonton AB yang versi film bisa meraba unsur nilai-nilai Tarbiyah Islam yang diselipkan dalam media film. Berikut ini saya jabarkan:

1) Allah-lah sang sutradara terbaik di jagat raya. Dialah pemilik dan pengatur segalanya dimuka bumi ini. Kisah cinta segi tiga antara asmara, zhingwen dan dewa berakhir, ketika Allah menguji dengan penyakit pada Asmara. Musibah yang diberikan Allah pada hambanya kadang solusi terbaik yang membuka tabir pada hambanya untuk melihat jawaban atas kehidupan kedepan. Saya benar-benar merasa bahwa penyakit yang diturunkan Asmara akan melihat ketangguhan lelaki yang menjadi pilihannnya.

2)Mencintai seseorang dengan sempurna, tak harus pada fisik yang sempurna pula. Film ini benar-benar menggugah pikiran saya, seorang zhongwen sanggup menikahi perempuan yang bisu dan buta. Zhongwen meyakini bahwa kecantikan fisik apabila digunakan parameter untuk mencintai seseorang akan rusak cinta ini, bahwasanya kecantikan manusia akan pudah dimakan umur.

3)Pernikahan Zhongwen dan Asma mengingatkan saya kembali atas hadits Nabi Muhammad saw yang menyebutkan "nikahilah perempuan karena kecantikannnya, kekayaannnya, keturunannya dan agamanya. Dari keempat tersebut utamakanlah Agamanya". Zhongwe memilih Asmara benar-benar sesuai dengan isyarat hadits tersebut. Menikahlah karena agamanya.  Zhongwen meyakini menikah dengan Asmara akan membimbingnya pada jalan Agama yang baru saja ia peluk. Zhongwen percaya ketenangan hidup diperoleh dengan menyentuh dengan ajaran agama, sehingga dia memperoleh ketenangan batin. Zhongwen juga percaya pernikahan dengan asmara sosok gadis yang telah menuntunnya hingga memperoleh hidayah sehingga akan menerangi kehidupannnya dengan tuntunan ajaran cahaya-cahaya Islam.

Finally, saya mendapat pencerahan di tahun baru ini. Rabbi, la tadzarni waanta khairul warisi. Entah itulah doa yang saya selipkan dalam sholat saya semenjak SMA. Semoga Allah memberikan yang seorang yang terbaik dan diwaktu yang tepat. Amin


Jumat, 16 Januari 2015

Finally, skripsi coming!

          Waktu itu cepet banget ya. Akhirnya pada semester 7 tepat pertengahan 2014 kemarin, judul skripsi nadiya  diterima. Bersyukur banget rasanya, Allah kasih waktu yang lebih mendahului dari waktu aslinya. Meskipun seluk-beluk mikir judul skripsi panjang banget dan sering kali ganti topik karena masih ragu atas ini-itu. Berawal dari judul "Permintaan Kontrasepsi di Surabaya", setelah konsultasi di beberapa dosen masih saja dikritik" itu terlalu kesehatan masyarakat nak, kamu itu kuliah di studi pembangunan, tidak ada unsur ekonomi sama sekali," begitulah tuturnya. Padahal judul skripsi itu saya dapat dari jurnal studi pembangunan, toh saya juga menganalisis permintaannya dari segi mikro. Entahlah, saya akhirnya merelakan judul itu pergi. 
          Masih saja, saya terus mencari judul sekiranya recommended dengan pemikiran saya. Akhirnya, saya menemukan topik baru yang berhubungan dengan angka harapan hidup di Indonesia. Memang judul saya agak horor, penelitian tersebut melihat apa yang menyebabkan angka harapan hidup di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Apa sih yang menyebabkan orang Indonesia panjang umur itulah rumusan penelitiannya. Nah,pasti orang yang bukan dari studi pembangunan pasti akan terheran-heran, jurusan ekonomi membahasanya begituan. Sekali lagi studi pembangunan jurusan yang goalsnya untuk memberikan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai aspek, yang tidak melulu berhubungan dengan pendapatan. Kesejahteraan bagi masyarakat sangat luas, bisa berhubungan dengan kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Saat itu dirasa pas semuanya, akhirnya bikin deh praproposal. Tak sampai sana perjuanganya, masih saja kurang pas saat proposal jadi, alasannya cuma ad penelitian dengan judul serupa di katalog perpustakaan. Finally, batal judul kedua.
          Masih menyerah? No, masih banyak jalan menuju roma, pikirku. Iseng-iseng saya googling di ruang baca FEB ketik fertilitas. Dari kata kunci tersebut saya telusuri satu demi satu hingga halaman ke 5. Saya baca jurnal-jurnal Indonesia hingga asing. Hasil dari membaca 5 halaman Google hanya 1 penelitian Indonesia yang membahas tentang Fertilitas dengan menggunakan data SUSENAS KOR. Itulah yang membuat semakin mantap dengan pilihan Fertilitas dengan data mikro SUSENAS. Akhirnya saya pelajari penelitian tersebut, saya pinjem buku-buku di ruang baca dan perpustakaan kampus A dan B Universitas Airlangga. Proposal pun segera dibuat dan dicek berkali-kali, karena kemantapan ada penelitian serupa yang membuat saya tak ragu lagi untu maju di departeman Ilmu Ekonomi. Beranikan diri dengan nekat menemui sekretaris departemen, finally ACC untuk judul itu, tak ada koreksi kesalahan sama sekali. Langsung kesokan harinya saya maju ke ketua departemen untuk ACC kedua, tak ada juga komentar dari ibu kadep.
          Syukurlah, Allah memudahkan segalanya. Skripsi akhirnya datang didepan mata. Ayo kerjakan, masa depan mu sudah di depan mata. Segeralah jemput SE. Majulah tanpa melihat komentar takut dari kanan kiri mu. Sesungguhnya semuanya bergantung dari langkah mu.

Selasa, 19 Agustus 2014

Cave Tubing Pindul

Minggu, 7 Juli 2013
Jauh-jauh hari saya merencanakan berlibur ke Jogja. Persiapan mulai googling di internet, sampai bertanya-tanya dengan temen yang asli orang Jogja mengenai objek wisata Kota Gudeg ini. Saya ke Jogja tepat pada hari terakhir ujian akhir semester. Paginya masih disibukkan ujian di kampus dan sorenya perjalanan menuju jogja. Liburan kali ini sebagai pelipur lara rasa penat selama kuliah semester ini.

Jogja memang identik dengan kota yang memiliki objek wisata sejarah, budaya dan kawasan belanja Malioboro. Selain itu, ternyata jogja memiliki objek wisata alam yang luar biasa, salah satunya Goa Pindul di kabupaten Gunung Kidul, Kecamatan Karangmojo di Desa Bejiharjo. Goa Pindul memang goa yang berbeda dengan goa lainnya. Menelusuri goa di daratan mungkin sudah biasa, namun di Goa Pindul kita dapat menelusuri keindahan goa yang dialiri sungai bawah tanah yang jarang kita jumpai di Indonesia. Akses Goa Pindul dari malioboro, tempat penginapan saya memang cukup jauh, menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam, dengan menelusuri jalan berliku-liku dan naik turun.

Setelah sampai lokasi, pengunjung disuguhi beberapa travel, saya langsung mendaftar pada salah satu travel. Travel ini menyediakan jasa pemandu wisata dan penyewaan peralatan keamanan selama menelusuri gua, seperti ban pelampung, lifevest, headlamp. Kita tak perlu repot lagi membawa peralatan keamanan sendiri dari rumah. Tarif yang dikenakan pun cukup menjangkau kantong, sekitar Rp30.000-Rp80.000 tergantung sarana dan fasilitas yang dipilih oleh travelling.
Sebelum menelusuri gua, rombongan saya diberi penjelasan oleh pemandu wisata ditepi sungai gua. Penjelasan itu menyangkut keamanan seperti tidak boleh melepas lifevest saat berada di dalam gua, karena kondisi kedalaman gua sekitar 7-8 m. Selain itu, etika travelling yang tak boleh berkata kotor karena berada daerah rawan. Keadaan gua yang banyak binatang seperti ikan, kelelawar, burung walet dan gua terdiri dari 3 zona yaitu zona remang, gelap dan terang. Tak lupa berdoa agar diberi keselamatan dalam petualangan ini.
Penelusuran gua menggunakan ban karet, dalam posisi duduk kaki terlentang di ban. Antar peserta rombongan saling berpegangan pada tali yang sudah disediakan diban. Hal ini bertujuan agar tidak terpisah antar rombongan. Pemandu posisi didepan sendiri, menarik peserta travelling paling depan.
Memasuki Gua Pindul disuguhi oleh pemandangan stalaktit dan stalagmit yang unik dan alami. Aliran air sungai yang masih biru dan segar menambah keasrian gua. Gemercik tetesan air tiap stalaktit dan stalagmit yang mengandung kapur. Bunyi hewan-hewan penghuni gua serasa suara alam bernyanyi.
Pemandu mulai menjelaskan arti dan latar belakang arsitektur ukiran gua, seperti gapura di depan gua menandakan selamat datang bagi pengunjung. Guratan ukiran di dinding gua berbentuk sarang lebah. Bagian atap gua yang digunakan masyarakat untuk budidaya burung walet. Kristal yang menempel pada dinding gua didapatkan dari hasil proses alam yang panjang. Ada bagian dinding gua yang bisa berbunyi seperti gong pada gamelan. Cerita mitos mengenai tetesan air kapur di stalagmit dan stalagtit di tempat tertentu bila diusap pada perempuan akan cantik dan pada lelaki akan jadi perkasa. Ukiran gapura di akhir ujung gua menandakan arti selamat jalan bagi pengunjung yang menelusuri Gua Pindul, dan masih banyak lagi.
Gua pindul memiliki panjang 350 m yang terdiri dari 3 zona. Pertama, zona remang, zona ini berada saat pertama kali memasuki gua. Kedua, zona gelap, zona ini tanpa sedikit pun cahaya yang masuk dalam gua. Zona ini belum pernah disentuh cahaya matahari. Pada zona ini, ada sebuah pilar d tengah gua yang besar. Pemandu wisata memerintahkan peserta travelling untuk berhenti sejenak, karena menyampaikan amanah dari guru kunci Gua Pindul agar mematikan seluruh headlamp pada titik ini. Peserta traveller dihimbau untuk berdoa menurut keyakinan masing-masing dan memohon hajat tertentu pada yang Maha Kuasa. Pemandunya berkata, bahwa pada titik ini, kita berada di posisi tengah gua, pada dasar sungai gua terdapat cekungan seperti mangkok yang besar. Hal ini menandakan, posisi kita berada pada ciptaan tuhan yang begitu luar biasa. Maka kita patut mensyukurinya dengan berdoa, sebagai tanda mengingat pada Tuhan yang menciptakan bumi dan seluruh isinya. Ketiga, zona terang yang posisinya berada paling akhir. Pengunjung gua benar-benar di suguhi pemandangan yang eksotik. Setelah beberapa lama menelusuri gua dengan cahaya redup, tiba-tiba ada cahaya yang menakjubkan. Keindahan cahaya dari luar gua, melalui lubang atap dan pintu keluar gua yang begitu indah ini, maka dinamai cahaya dari surga oleh masyarakat sana. Apalagi mengunjungi gua disaat pukul 08:00-10:00 pencahayaannya sangat bagus.
Terakhir, petualang ini ditutup dengan bermain dengan air di sungai gua. Dinginnya air sungai yang masih bewarna biru alami menambah kenikmatan liburan kali ini. Ada pengunjung yang melompat dari tebing gua ke sungai, ada pula yang tak berenang. Tak lupa untuk mengabadikan pengalaman ini dengan berfoto. Benar-benar liburan yang menyenangkan.


Kamis, 24 Juli 2014

my Journey

Ketika perjalanan diniatkan untuk tadabbur alam, maka perjalanan itu akan membawa hikmah bila kita sebagai hambanya selalu mensyukuri nikmatNya atas kebesaran tuhan yang diletakkan di muka bumi ini.

Senin, 14 Juli 2014

backpacker-an di negeri tetangga

Pertama memang sulit dilupakan, rupanya itulah yang dialami saya. Tanggal 8 - 11 Mei 2014 kemarin adalah pengalaman pertama bagi saya melakukan perjalanan di luar negri secara backpacker-an. Berawal dari promo tiket maskapai penerbangan murah Surabaya-Malaysia yang membuat kami tergiur untuk mengeksplor Negri Jiran. Kami pergi  kesana sengaja  tanpa menggunakan jasa agen travel, karena lebih mengurangi budget yang dikeluarkan dan menambah pengalaman berpergian di luar negri secara independent. Jauh-jauh hari kami  telah mencari informasi sebanyak mungkin didunia maya mengenai tempat wisata disana, sehingga perjalanan kami lebih matang dan terencana. Pada 2009 silam, saya juga pernah ke Kuala Lumpur dalam rangka pertukaran pelajar selama 30 hari, sehingga sudah mengenal atmosfir disana. Kuala Lumpur juga telah menyediakan transportasi massa berupa kereta (MRT, LRT, KLIA, Monorail)  yang telah terintergrasi dengan tempat-tempat wisata, sehingga mempermudah perjalanan kami.


Hari pertama, jam 6 pagi penerbangan  dari Surabaya menuju Malaysia. Pesawat kami landing dibandara LCCT (Low Cost Carrie Terminal), Sepang, Malaysia pukul 09.00. Perbedaan waktu antara Surabaya dan Malaysia selisih 1 jam. Perjalanan kami masih belum selesai, dari bandara LCCT di Sepang masih harus menuju Kuala Lumpur yang berjarak sekitar 60km. Perjalanan selanjutnya kami memilih menggunakan bus yang menghabiskan waktu  perjalanan sekitar 1,5 jam. Sepanjang jalan tol bandara di suguhi oleh pemandangan perkebunan kelapa sawit yang berjajar-jajar. Benar-benar sangat memanjakan mata.     


Schedule hari pertama kami hanya mengunjungi tempat terdekat dari penginapan kami di daerah Bukit Bintang, yaitu Central Market/Pasar Seni. Pasar tersebut terletak di jalan Hang Katsuri tepian Sungai Klang bersebelahan bangunan Pos Malaysia. Pada pintu utama Pasar Seni terdapat pusat informasi turis, kami langsung singgah terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengambil brosur yang berisi informasi peta jalan, peta kereta dan tempat wisata-wisata  lainnya di Malaysia. Setiap berpergian ke tempat mana pun pusat informasi turis wajib untuk di kunjungi, terutama bagi yang berpergian tanpa menggunakan jasa agen travel.    


Memasuki Pasar Seni serasa kembali pada zaman era lama, pasar tersebut menyajikan konsep tradisonal yang kental. Pasar yang bangunan depannya kombinasi warna putih biru itu merupakan pusat kerajinan dan seni yang terdiri dari 2 laintai. Lantai pertama banyak ditemukan barang-barang kerajinan dan seni, sedangkan lantai kedua didominasi penjual busana adat, kaos dan food court. Harga yang ditawarkan pun cukup murah, jangan lupa di pasar yang bangunannya berkonsep heritage itu berlaku hukum tawar menawar. Pada bagian belakang bangunan Pasar seni juga banyak ditemukan pedagang yang menjual lukisan, sangat cocok yang gemar seni rupa lukis.      


Setelah puas belanja, kami mengunjungi Masjid Jame’ yang lokasinya sangat dekat dengan Pasar Seni, cukup berjalan kaki menuju ke sana. Masjid yang dibangunan pada tahun 1909 itu konon masjid tertua di Kuala Lumpur. Masjid Jame’ dibangun oleh pedagang-pedagang Islam berasal dari India di persimpangan Sungai Klang dan Sungai Gombak, pada zaman penjajahan Britania. Masjid Jame’ memiliki khas arsitektur yang unik, yaitu bertema gaya campuran ala Timur tengah, Spanyol, India dan Turki. Hampir sebagian area masjid dikelilingi kolam dengan air mancur yang menambah kesejukan ditengah hawa KL (Kuala Lumpur) yang panas. Disebelah masjid juga ada Bazar, yaitu kawasan belanja kaki lima yang banyak menjual serba-serbi barang khas India. Disana tersedia mulai baju khas India hingga DVD film India. Banyak dijumpai orang India lalu lalang di area sana. Tak ketinggalan aroma dupa India sangat menyengat dimana-mana, tak heran bila kawasan ini disebut Little India-nya Kuala Lumpur. Tempat  iu termasuk dalam kawasan strategis pusat kota Kuala Lumpur yang aksesnya mudah dijangkau oleh statiun kereta. Jadi, sangat disayangkan bila di KL tak berkunjung dikawasan ini.     


Menjelang malam, kami sudah tak sabar untuk melihat menara kembar yang menjadi ikon Malaysia. Mengunjungi Menara Petronas menjadi hal yang wajib bila berkunjung di KL, karena terasa kurang lengkap bila tak mengunjungi bangunan kebanggaan warga Malaysia. Tinggi menara itu mencapai 452 meter, pada lantai dasar menara terdapat pusat perbelanjaan mewah yaitu Suria KLCC. Hampir seluruh merk barang-barang terkenal di dunia ada di sana. Menara itu juga dilengkapi sky bridge disisi tengah antara 2 menara tepat pada lantai 41 dan 42. Menara Kembar itu pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998, sebelum dibangun Burj Khalifa Dubai. Gelapnya langit mempermegah bangunan Petronas yang bercahaya dan menjulang tinggi. Malam itu kami habiskan untuk duduk-duduk santai bersama dibawah menara,  sambil menikmati Nasi Lemak. Mengunjungi suatu tempat  tanpa merasakan kuliner daerah tersebut terasa hampa. Hampir seluruh pejuru Kuala Lumpur, nasi lemak selalu tersedia di pedagang kaki lima hingga restaurant bintang lima. Nasi lemak terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan, bumbu bewarna merah dan ikan teri.     


Hari kedua, kami mengunjungi Batu Cave yang lokasinya terletak di Selangor. Tempat wisata itu dari Kuala Lumpur berjarak sekitar 13 km. Batu Cave adalah tempat wisata ibadah umat Hindu di Malaysia yang letaknya 120 meter diatas permukaan air laut. Wisata ini sangat menarik dikunjungi turis, karena ada patung raksasa bewarna emas mencolok. Patung tersebut ialah Dewa Murugan, yang tingginya mencapai 42 meter. Patung tersebut merupakan patung Murugan yang diklaim tertinggi di dunia.  Hal menarik lainnya di tempat wisata ini juga terdapat kuil-kuil Hindu di dalam gua. Batu Cave terdapat 3 gua utama dan beberapa gua kecil, yang dapat diakses dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya 272 anak tangga.  Siapkan fisik yang sehat dan bekal minuman selama perjalanan mendaki ke atas.  Jangan sampai memaksa fisik yang tak kuat untuk naik ke atas, karena memang butuh tenaga yang banyak. Pengunjung yang naik ke atas akan menjumpai monyet-monyet yang berkeliaran, sehingga harus menjaga super hati-hati barang bawaannya agar tidak di ambil monyet.  Lelahnya mendaki ke atas terbayar dengan melihat pemandangan Negara Malaysia dari atas dan kuil-kuil dalam gua yang sangat eksotis. Di dalam gua akan menemukan banyak kelelawar berterbangan dan laba-laba yang menempel didinding gua. Sangat ekstrim memang. Memasuki kawasan wisata ini tidak dikenakan biaya sepeser pun, alias gratis. 

                                                                                                                                   

Perjalanan selanjutnya, dilanjutkan menuju Menara KL (Kuala Lumpur). Menara ini termasuk landmark ibukota Malaysia yang terletak di dalam kawasan Hutan Simpang Bukit Nanas seluas 9.37 hektar. Menara KL digunakan sebagai pemancar komunikasi yang di klaim tertinggi ke 7 di dunia. Pengunjung yang hendak naik ke atas menara dikenakan tarif sebesar 33 RM. Panjang menara  sebesar 421 meter lebih pendek dibanding dengan menara kembar Petronas. Setelah sampai puncak akan melihat seluruh gedung pencakar langit di Malaysia yang menjulang tinggi. Uniknya, saat berada diatas akan melihat menara Petronas yang posisinya lebih pendek dari Menara KL. faktanya,  menara Petronas panjangnya jauh lebih tinggi. Alasannya, Menara KL lebih tinggi karena dibangun diatas perbukitan yang letaknya di pusat kota Kuala Lumpur. Di menara KL juga menyediakan teropong-teropong yang bisa digunakan untuk melihat lebih dekat pemandangan kota KL.     


Malam harinya kami menelusuri kawasan Pecinan di Kuala Lumpur yang sering disebut ChinaTown. Kawasan ini berada di Jalan Petaling yang letaknya di pinggir jalan raya. ChinaTown merupakan pusat perdagangan khususnya bagi warga Cina. Pedagang di pasar ChinaTown banyak menjajakan barang berbau etnik Cina,  souvenir, miniature dan barang-barang bermerk palsu. Harga yang yang ditawarkan pedagang memang cukup mahal,  jangan lupa untuk menawar untuk mendapat harga yang murah. Pasar yang berkonsep kaki lima ini pada malam hari terasa romantis, lampion khas Cina menyala dengan remang-remang. Mengunjungi ChinaTown sangat direkomendasikan pada malam hari, karena pedagang yang berjualan lebih banyak dan merasan keramaian pasar. Disana juga bisa berwisata kuliner,  khususnya pecinta chinesfood. Bagi wisatawan muslim harus hati-hati untuk membeli makanan disana, karena mayoritas makanan yang dijual terdapat daging babinya.    


Hari ketiganya, kami mengunjungi Putrajaya. Berawal dari berita di televisi yang sering menampilkan kesuksesan Malaysia membuat pusat adminitrasi baru di Putrajaya, membuat kami ingin mengunjungi kesana. Dulu ibukota sekaligus pusat adminitrasi Malasysia terletak di Kuala Lumpur. Pada tahun1995 Putrajaya mulai dirancang untuk menjadi kota baru yang menjadi pusat adminitrasi kerajaan persekutuan Malaysia. Mengingat pertambahan penduduk Malaysia yang semakin banyak, sehingga Kuala Lumpur semakin padat. Hal ini yang menyebabkan Malaysia melakukan pindah pusat adminitrasinya. Menuju Putrajaya dari Kuala Lumpur memakan waktu 1 jam dengan jarak sekitar 30km. Apabila dari bandara LCCT Sepang  hanya berjarak 15km. Nama Putrajaya sendiri diambil dari pendana mentri pertama Malaysia yaitu TunAbdul Rahman Putra, sedangkan kata Jaya diartikan sukses selalu.Malaysia sangat pintar mengelolah pusat perkantoran tersebut, dengan memasukkan unsur wisata. Pemerintah Malaysia telah menyediakan tour mengelilingi kompleks Putrajaya dengan membayar sebesar 1RM dan menunjukkan paspor di pusat informasi turis stasiun kereta Putrajaya. Cukup murah kan, dengan 1RM bisa melihat seluruh komplek Putrajaya seharian. Pengunjung Putrajaya mengikuti tour keliling dengan menggunakan bus yang didampingi pemandu wisata. Selama perjalanan, pemandu akan menceritakan dan menjelaskan tempat-tempat di PutraJaya. Turis yang datang ke sana dijamin tak akan bosan. Gedung-gedung yang berada  pada komplek Putrajaya memiliki berkonsep arsitektur Islam seperti di Timur Tengah. Selain gedung-gedung yang unik, pengunjung Putrajaya juga disuguhi taman, danau, jembatan hingga masjid terapung.      


Malam terakhir di Malaysia, kami mendapat undangan dinner dari orang tua asuh saya saat pertukaran pelajar tahun 2009 silam. Benar-benar penutup perjalanan yang istimewa. Keesokan harinya, kami harus meninggalkan Malaysia dan kembali ke tanah air tercinta.



Pasar Seni-Central Market
Masjid Jame'
Batu Cave
pure umat Hindu


Selasa, 15 Oktober 2013

Berkah Idul Adha 13', saya @jawapos FORHER

15 Oktober 2013 tulisan perdana saya masuk kolom FORHER. 
Meman, tulisan opini saya pernah dimuat 3 kali sebelumnya. Tapi, surpricenya dikolom ini muat foto plus artikelnya. Saya baru sadar masuk koran baru jam 9 pagi di sms an telpon temen yang udah baca. Wow, saya sedikit terkejut, betapa cepatnya dimuat dikoran sebesar JP. Alhamdulillah,  Idhul adha berkah.
Artikel yang dimuat tentang perjalanan saya saat travelling ke air terjun Madakaripura, Probolinggo.The best Journey

Selasa, 01 Oktober 2013

Bersama lebih dekat IPS community @Pantai Sanur

Pantai Sanur merupakan pantai yang familiah. Entah kenapa saya anti banget mengunjungi tempat yang sudah familiar alias sudah terjamah oleh manusia. Keberadaan pantai ini tentu di pulau yang konon disebut heaven-nya Indonesia. Bali memang meliki pesona pantai yang luar biasaMengeksplor pantai Sanur sudah yang ketiga kalinya. tapi kali ini bersama warga ips, dalam rangka farewell tours. Pantai Sanur memiliki khas dengan batu-batu yang berada di pinggir pantai. Pantai ini mudah diakses, karena dari parkir-an ke pantai jaraknya tak jauh.